Yosephine Lilin Setyawati, S.Pd

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan

KESISWAAN

Suatu penataan atau pengaturan segala aspek aktivitas yang berkaitan dengan peserta didik, yaitu dari mulai masuknya peserta didik (siswa) sampai keluarnya peserta didik (siswa) tersebut dari suatu sekolah atau suatu lembaga pendidikan. Manajemen peserta didik (kesiswaan) keberadaanya sangat dibutuhkan di lembaga pendidikan karena siswa merupakan subjek sekaligus objek dalam proses transformasi ilmu dan ketrampilan. Keberhasilan dalam penyelenggaraan pendidikan akan sangat bergantung dengan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional dan kejiwaan peserta didik. Manajemen peserta didik tidak semata pencatatan data peserta didik kan tetapi meliputi aspek yang lebih luas yaitu dapat membantu upaya pertumbuhan anak melalui proses pendidikan di sekolah.

Program Kesiswaan

Mengacu pada Visi SMAK Frateran yaitu Terwujudnya Pribadi Berintegritas yang Dinamis Dijiwai Semangat Hati TANGGUH, siswa lulusan SMAK Frateran Malang ditargetkan dapat bersaing dengan siswa dari sekolah lain dari segi akademik, ketrampilan, dan sikap.

Nilai-nilai utama karakter yang menjadi fokus dari kebijakan PPK adalah: religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas. Nilai-nilai utama tersebut berdasarkan nilai-nilai Pancasila, 3 pilar Gerakan Nasional Revolusi  Mental (GNRM), kekayaan budaya bangsa (kearifan lokal) dan kekuatan moralitas yang dibutuhkan bangsa Indonesia menghadapi tantangan di masa depan. Namun demikian nilai-nilai karakter khas SMAS Katolik Frateran, sesuai dengan spiritualitas pendiri adalah : peduli, mengampuni, sederhana, kerja keras, jujur, dan disiplin.

Kegiatan gerakan Literasi Sekolah (GLS) bagi SMA Katolik Frateran ini merupakan salah satu tahapan dari peningkatan kualitas daya saing lulusan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi wahana untuk mengubah pola pikir (mindset) dari guru aktif mengajar menjadi peserta didik aktif belajar atau dari teacher oriented menjadi student oriented.

Salah satu Implementasi kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk karya wisata, dimana dalam karya wisata, peserta didik melakukan literasi dengan membaca, menulis karya ilmiah  dan presentasi.

SMAK FRATERAN MALANG menfasilitasi ekstrakurikuler keroncong untuk siswa dapat mengeskpresikan seni budaya daerah.

SMAK Frateran menjadikan Pramuka sebagai kegiatan ekstra kurikuler wajib bagi seluruh siswa. Kebijakan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa kegiatan Pramuka dapat menjadi sarana pengembangan dan pendidikan ketrampilan dan karakter yang sangat sarat. Kegiatan Pramuka wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas X, sementara kelas XI dan XII tidak diwajibkan. Mereka yang dengan iklas memilih kegiatan ini, tetap diberi kesempatan.