KOPI CITA – CITA

Di waktu masih kecil bapak/ibu guru sering bertanya, “Kelak mau jadi apa?” Banyak jawaban terdengar jelas tegas : jadi polisi, tentara, pengusaha, guru, dokter, penerbang, tidak punya cita-cita, dan sebagainya. Jawaban tegas jelas nyata, seperti yang pernah dilihat, ditemui, atau diingat terbayang nyata.

Menemukan panggilan hidup adalah sebuah proses dalam peziarahan seorang manusia. Dalam proses itu tentu bisa saja ada pergeseran atau benturan dan temuan pengalaman lahir batin baru yang terkadang mengubah arah.

Untuk mempunyai karir yang meningkat terus-menerus ada harga yang harus dibayar. Untuk hidup dalam panggilan yang terbaik dari Tuhan pun, tentunya ada proses berliku dalam untung maupun malang.

Buku ini menjadi kebanggaan sekaligus penghargaan luar biasa bagi guru dan karyawan SMA Katolik Frateran Malang di usia lembaga yang sudah 33 tahun. Termasuk bagi Yayasan Mardi Wiyata tentunya. Kumpulan cerita ini merupakan buku pertama yang memuat kisah perjalanan para guru dan karyawan menuju panggilan melayani di dunia pendidikan. Edisi perdana ini menghadirkan cerita perjalanan dari tiga puluh tiga penulis yang secara sukarela membagikan kisahnya.

Lalu, apakah semua guru dan karyawan di SMA Katolik Frateran Malang dulu bercita – cita sesuai profesinya saat ini ? Atau hanya pelarian dari cita – cita yang tak mampu diraih?

Temukan jawabannya dalam buku ini. Kisahnya akan memberikan inspirasi bagi siapa saja, khususnya bagi yang sedang dalam “pencarian” panggilan hidup.

"KOPI CITA-CITA" sudah siap diteguk perlahan sambil menikmati libur NATARU. Selamat menerima tuangan "KOPI CITA-CITA"
Smakfram
KOPI CITA - CITA

Tinggalkan Balasan